Mengenal Ujian Tahdid Mustawa Markaz Tathwir Al-Azhar

Bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, penting untuk memahami berbagai tahapan yang harus dilalui sebelum resmi menjadi mahasiswa. Salah satu proses yang wajib diikuti adalah Ujian Tahdid Mustawa.

 

Tahdid Mustawa merupakan ujian penempatan tingkat kemampuan bahasa Arab bagi calon mahasiswa asing atau non-Arab. Ujian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan bahasa Arab calon mahasiswa sebelum mereka resmi mengikuti perkuliahan di Al-Azhar. Hasil dari ujian tersebut nantinya akan menentukan level pembelajaran dalam program Daurah Lughah, yaitu kelas persiapan bahasa Arab yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.

Ada 6 level kelas bahasa, yaitu :

  1. Mubtadi awwal
  2. Mubtadi Tsani
  3. Mutawasith awwal
  4. Mutawasith tsani
  5. Mutaqoddim awwal
  6. Mutaqoddim tsani

 

Materi yang diujikan dalam Tahdid Mustawa mencakup kemampuan tulis maupun lisan. Dalam ujian tulis, peserta akan diuji dalam bidang :

  1. Tarakib wal Asalib (nahwu, sharaf, balaghah)
  2. Qiraah (Reading)
  3. istima’ (Listening)
  4. Kitabah/Insya (Writing)

 Selain itu, terdapat pula ujian lisan untuk menilai kemampuan komunikasi bahasa Arab secara langsung.

 

 

Pelaksanaan Tahdid Mustawa telah menjadi ketentuan resmi bagi seluruh calon mahasiswa asing yang ingin menempuh pendidikan di Al-Azhar. Sebelum diterima sebagai mahasiswa aktif, para calon mahasiswa diwajibkan mengikuti tes kemampuan bahasa Arab dengan standar materi yang cukup menantang. Oleh karena itu, program Daurah Lughah hadir sebagai solusi untuk membantu mahasiswa asing meningkatkan kemampuan bahasa Arab mereka agar lebih siap mengikuti proses perkuliahan di lingkungan Al-Azhar.

Karena pentingnya ujian ini, para calon mahasiswa disarankan untuk mempersiapkan diri sejak awal dengan mempelajari berbagai materi dasar bahasa Arab. Sebagai bentuk dukungan bagi calon mahasiswa, Almurshid Education juga menyelenggarakan pelatihan sekaligus ujian Tahdid Mustawa di Indonesia atas rekomendasi dan izin resmi dari pihak Al-Azhar setelah peserta mengikuti program karantina.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *